AGAMA tidak berarti pertengkaran, penghinaan dan kata-kata kasar yang dilontarkan atas nama agama. Dalam konteks demikian, tidak ada yang memperhatikan penekanan hawa nafsu batin atau penciptaan silaturrahmi dengan yang Maha Terkasih.
Satu kelompok menyerang kelompok lain seperti di antara hewan anjing dan setiap bentuk kelakuan buruk dipertontonkan atas nama agama. Orang-orang demikian tidak menyadari apa tujuan kelahiran mereka di dunia dan apa yang menjadi tujuan pokok dari hidup mereka itu.
Mereka tetap saja membutakan mata dan bersikap jahat serta menguar kefanatikan mereka atas nama agama. Mereka mempertontonkan kelakuan buruk mereka dan menggoyang lidah mereka yang loncer guna mendukung tuhan fiktif yang eksistensinya tidak bisa mereka buktikan.
Apa gunanya agama yang tidak mengajarkan penyembahan sosok Tuhan yang Maha Hidup? Tuhan yang mereka kemukakan tidak lebih baik dari bangkai mati yang berjalan karena ditopang penyangga, dimana jika penyangganya diambil maka ia akan jatuh ke tanah. Satu-satunya yang mereka peroleh dari agama seperti itu adalah kefanatikan membuta.
Mereka sama sekali tidak takut kepada Allah dan tidak memiliki rasa asih kepada umat manusia yang sebenarnya merupakan semulia-mulianya akhlak.
Sabtu, 02 Agustus 2008
Ilham
Sabda Hadhrat Imam Mahdi:
"Setiap manusia tidak akan sampai pada tingkat-tingkat keyakinan hanya dengan akalnya saya. Karenanya, ilham dibutuhkan yang akan menjadi nur bagi akan di dalam kegelapan.
"Ini sebabnya, hanya bersandarkan akal semata, para Filsuf agung pun tidak sampai kepada Tuhan Yang Hakiki.
"Plato, filsuf yang demikian agungnya pun, ketika akan wafat berkata: Aku merasa takut, sembelihlah seekor ayam atas sebuah patung bagiku!
"Falsafah Plato, kebijaksanaannya, kecendikiawanannya tidak dapat memberikan ketentraman dan kesejukan hati padanya, sebagai yang dicapai oleh orang-orang mukmin.
"Perhatikanlah sungguh-sungguh! Ilhami itu amat diperlukan bagi ithminan (?) qalbu dan keteguhan hati! Maksud saya ialah--pertama, pergunakan akal.
"Karena orang yang memakai akal, tentu akan dapat melihat Tuhan Islam, karena pada tiap helai daun kayu, dan pada tiap bintang yang bertaburan di langit lepas, ada tertulis nama-Nya dengan huruf yang demikian besar!"[]
"Setiap manusia tidak akan sampai pada tingkat-tingkat keyakinan hanya dengan akalnya saya. Karenanya, ilham dibutuhkan yang akan menjadi nur bagi akan di dalam kegelapan.
"Ini sebabnya, hanya bersandarkan akal semata, para Filsuf agung pun tidak sampai kepada Tuhan Yang Hakiki.
"Plato, filsuf yang demikian agungnya pun, ketika akan wafat berkata: Aku merasa takut, sembelihlah seekor ayam atas sebuah patung bagiku!
"Falsafah Plato, kebijaksanaannya, kecendikiawanannya tidak dapat memberikan ketentraman dan kesejukan hati padanya, sebagai yang dicapai oleh orang-orang mukmin.
"Perhatikanlah sungguh-sungguh! Ilhami itu amat diperlukan bagi ithminan (?) qalbu dan keteguhan hati! Maksud saya ialah--pertama, pergunakan akal.
"Karena orang yang memakai akal, tentu akan dapat melihat Tuhan Islam, karena pada tiap helai daun kayu, dan pada tiap bintang yang bertaburan di langit lepas, ada tertulis nama-Nya dengan huruf yang demikian besar!"[]
Langganan:
Postingan (Atom)